Variasi Beras Yang Paling Popular Dikonsumsi

Beras adalah salah satu makanan pokok orang Asia, termasuk Indonesia. Jumlah konsumsi beras di Indonesia telah melebihi 139 kg/kapita per tahun yang merupakan salah satu tertinggi di dunia. Tahukah kamu ada berapa macam variasi beras yang paling digemari untuk dikonsumsi, selain beras pulen atau beras pera yang sering kita dengar.

Beras kaya dengan nutrisi, vitamin, mineral dan karbohidrat kompleks yang merupakan sumber energi yang baik. Anda makan nasi juga setiap hari? Ketahuilah kalau nasi itu bisa dibuat dari berbagai macam beras. Beras di Indonesia ada beragam macamnya. Inilah macam-macam beras yang bisa Anda temukan di pasaran.

Beras Pandan Wangi

Rasanya semua orang sudah kenal dengan beras pandan wangi, bahkan yang tidak mengerti per-beras-an atau yang jarang masak pun pasti tahu kalau ini adalah beras yang bagus. Beras pandan wangi berasal dari jenis padi dengan nama yang sama. Dan, benar tebakan Anda, kalau beras pandan wangi termasuk beras kualitas premium.

Padi pandan wangi adalah jenis padi aromatik. Aroma nasinya yang sama seperti daun pandan membuat padi ini sangat disukai nasinya oleh semua kalangan. Jika sudah menjadi nasi, rasanya lezat dan memiliki aroma khas yang tidak ada pada jenis beras lain.

Beras Setra Ramos (IR 64)

Beras IR 64 atau beras setra ramos juga banyak ditemui di pasaran. Variasi beras ini tidak hanya disukai oleh orang-orang karena terjangkau dan pulen. Beras IR64 ini merupakan beras yang paling banyak beredar di Indonesia. Beras jenis ini disukai oleh petani karena hasil panen per hektar yang tinggi dan memiliki daya tahan yang baik terhadap serangan hama.

Ciri-ciri beras ini adalah panjang dan tidak membulat alias lonjong. Beras ini harganya cukup terjangkau dan disukai oleh banyak warga perkotaan. Terus, kalau dimasak akan jadi pulen, makanya orang-orang menyukainya. Tapi, jangan menyimpan beras ini terlalu lama. Soalnya jika telah lewat tiga bulan, beras ini jadi sedikit pera dan cepat basi kalau sudah dimasak menjadi nasi.

Beras Pera (IR 42)

Tadi IR 64, sekarang ada IR 42. Dari sekian banyak jenis beras yang dilepas pemerintah, padi IR 42 adalah salah satu beras yang rasa nasinya pera (keras).

Walaupun pera, beras IR 42 masih dikategorikan sebagai primadona-nya beras pera, sehingga masih banyak ditanam oleh petani. Dan, walaupun terasa pera, rasa yang dihasilkan dari variasi beras ini nasinya tetap enak. Untuk mengakalinya, masak beras pera dengan lebih banyak air daripada beras yang pulen.

Bentuk beras IR 42 tidak bulat, mirip seperti beras IR 64 tapi lebih kecil. Jika dimasak, akan menghasilkan nasi yang tidak pulen (pera), kalau bahasa Sunda-nya “bear” alias nasinya terpisah-pisah. Nasi seperti ini cocoknya dipakai untuk membuat nasi goreng, nasi uduk, lontong, ketupat, dan masih banyak lagi kuliner lainnya.

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *